Channa Maru, atau yang lebih dikenal sebagai snakehead maru, sering jadi incaran pemula karena coraknya yang menawan dan sifat predator yang terkesan “badass”. Tapi di balik penampilannya yang gagah, ada kenyataan pahit: ikan ini bukan untuk sembarang pemilik. Banyak yang tergoda harga juvenilnya yang terjangkau, tapi lupa hitung biaya hidup dan risiko kematian yang tinggi kalau perawatannya salah.

Kenalan dengan Si Predator Kecil

Channa Maru berasal dari Asia Selatan, bisa tumbuh hingga 30-40 cm di akuarium. Masa hidupnya mencapai 8-10 tahun kalau dirawat benar. Coraknya yang oranye keemasan dengan pola bintik hitam memang bikin jatuh hati, tapi ingat: ini ikan predator sejati. Insting berburunya kuat, dan sifatnya sangat agresif, bahkan terhadap sesama jenis.

Banyak pemula kaget begitu lihat daftar belanja lengkap. Harga ikan juvenil 5-7 cm memang sekitar Rp 50.000 – 150.000, tapi itu baru permulaan. Setup awal yang layak butuh investasi serius.

Daftar Biaya Realistis untuk Pemula

ItemEstimasi BiayaKeterangan
Ikan Juvenil (5-7 cm)Rp 50.000 – 150.000Harga bervariasi sesuai corak
Akuarium 60x40x40 cmRp 300.000 – 500.000Minimal untuk 1 ekor juvie
Filter External CanisterRp 400.000 – 800.000Wajib, untuk kualitas air optimal
Pemanas (Heater) 100WRp 100.000 – 200.000Suhu stabil 24-28°C
Tanaman dan Hiding SpotRp 150.000 – 300.000Java moss, driftwood, PVC pipe
Pakan Awal (Cacing, Udang)Rp 50.000 – 100.000Stok untuk 1 bulan
Air Conditioner (Dechlorinator)Rp 30.000 – 50.000Untuk penggantian air
Total EstimasiRp 1.080.000 – 2.100.000Untuk setup dasar pemula
Baca:  Review Shampo Kucing Sebazole: Ampuh Hilangkan Jamur Ringworm Dalam Seminggu?

Catatan penting: akuarium 60 cm itu hanya untuk juvenil 3-6 bulan pertama. Setelah 10 cm, kamu harus upgrade ke 90-120 cm. Jangan pernah percaya info “bisa dipelihara di toples kecil”. Itu jalan cepat menuju stres dan kematian.

Rumah yang Layak: Setup Aquarium yang Tepat

Channa Maru butuh lingkungan yang mirip habitat aslinya: air tenang, banyak tempat bersembunyi, dan kualitas air stabil. Sistem filtrasi yang kuat adalah non-negotiable karena ikan ini pemakan besar dan pemproduksi limbah tinggi.

Parameter Air yang Ideal

  • Suhu: 24-28°C (jangan pernah turun di bawah 22°C)
  • pH: 6.0-7.5 (asam hingga netral)
  • Kekerasan: Soft hingga medium (5-15 dGH)
  • Amonia & Nitrit: Harus 0 ppm selalu
  • Nitrat: < 20 ppm

Penggantian air mingguan 30-40% wajib hukum. Jangan malas, karena akumulasi nitrat adalah pembunuh senyap nomor satu. Gunakan dechlorinator tiap kali ganti air, karena chlorine langsung merusak insang.

Channa Maru adalah karnivora murni. Pakan flakes atau pelet untuk ikan hias biasa? Lupakan. Mereka butuh protein tinggi dari sumber alami.

Pakan yang Direkomendasikan

  • Cacing tanah/earthworm: Favorit utama, tinggi protein
  • Cacing sutra: Untuk juvenil ukuran kecil
  • Udang kecil: Bisa diberikan utuh atau potong
  • Ikan kecil (feeder fish): Jarang-jarang, hindari parasit
  • Jangkrik: Pakan variasi, tapi jadi utama

Frekuensi: Juvenil 1-2 kali sehari, dewasa setiap 2 hari sekali. Beri sebanyak yang bisa dimakan dalam 3-5 menit. Sisa makanan harus segera diangkat, atau akan busuk dan racunin air.

Risiko Mati: Ancaman Nyata yang Sering Diabaikan

Ini bagian paling penting yang harus kamu baca sampai habis. Tingkat kematian Channa Maru di tangan pemula mencapai 60-70% dalam 3 bulan pertama. Bukan karena ikan-nya lemah, tapi karena perawatan yang buruk.

Penyebab Kematian Utama

  1. Stres karena lingkungan salah: Tank terlalu kecil, suhu tidak stabil, atau kurang hiding spot. Stres menekan sistem imun.
  2. Kualitas air buruk: Amonia atau nitrit tinggi langsung bikin insang terbakar. Gejala: ikan menggaspa di permukaan, lesu.
  3. Penyakit kulit dan insang: Ich (white spot), jamur, bakteri. Biasa muncul setelah stres atau kualitas air jelek.
  4. Overfeeding: Sisa makanan = amonia tinggi = racun. Pemula sering kasih makan terlalu banyak karena “sayang”.
  5. Percobaan mixing: Masukin ikan lain di tank yang sama. Hasilnya: Channa Maru dimangsa atau sebaliknya.

Warning Penting: Kalau kamu baru pertama kali punya akuarium dan belum pernah coba ikan lain, JANGAN mulai dengan Channa Maru. Pelajari dulu dasar-dasar siklus nitrogen, kualitas air, dan manajemen filter dengan ikan yang lebih toleran.

Sifat dan Kompatibilitas: Solo Tank adalah Satu-satunya Pilihan

Channa Maru adalah loner sejati. Mereka sangat teritorial dan agresif. Bahkan pasangan yang sudah kawin bisa saling serang kalau mood-nya tidak pas. Tankmate hampir mustahil kecuali ikan feeder yang langsung dimangsa.

Baca:  Review Kura-Kura Sulcata: Siapkan Budget Segini Untuk Makanan & Listrik

Beberapa pemilik berpengalaman bisa coba mixing dengan ikan ukuran besar dan cepat seperti Oscar, tapi risikonya tetap tinggi. Untuk pemula: jangan coba-coba. Satu tank, satu Channa Maru. Itu aturan emas.

Komitmen Jangka Panjang: Siapkah Kamu?

Channa Maru hidup hingga 10 tahun. Dalam 2 tahun pertama, mereka tumbuh dari 5 cm jadi 25 cm. Artinya kamu butuh rencana upgrade tank jangka panjang. Jangan sampai ikan sudah besar tapi terjebak di tank mini.

Kalau kamu tinggal di apartemen kecil atau sering mudik berhari-hari, pertimbangkan lagi. Ikan ini butuh perhatian konsisten. Makanan hidup harus selalu tersedia, filter harus selalu jalan, suhu harus terkontrol. Satu hari saja listrik mati di musim hujan bisa fatal.

Kesimpulan: Jujur untuk Mereka

Channa Maru bukan ikan untuk sekadar pamer di media sosial. Mereka makhluk hidup yang butuh perawatan spesifik dan komitmen serius. Kalau kamu pemula dengan budget terbatas dan pengalaman nol, tolong pilih ikan lain dulu. Pelajari dasar akuarium dengan ikan hardier seperti guppy atau molly.

Tapi kalau kamu sudah siap belajar, punya budget cukup, dan paham risikonya, Channa Maru bisa jadi teman menakjubkan. Interaksi mereka saat feeding time, kepribadian unik tiap individu, dan keindahan warnanya adalah hadiah untuk mereka yang mau bersusah payah.

Pesan Terakhir: Jangan beli Channa Maru hanya karena penampilannya. Beli karena kamu siap tanggung jawab penuh. Kesejahteraannya ada di tanganmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kelemahan Kucing Ras Munchkin Yang Harus Diketahui Sebelum Membeli

Kucing Munchkin memang seperti kucing-kucing kecil yang keluar dari dongeng—kaki pendek, badan…

Review Kura-Kura Sulcata: Siapkan Budget Segini Untuk Makanan & Listrik

Bayangkan punya hewan peliharaan yang bisa hidup lebih lama dari hipotek rumahmu…

Biaya Memelihara Golden Retriever Di Indonesia: Rincian Pakan, Vaksin, Dan Grooming

Impian memiliki Golden Retriever yang lucu dan setia seringkali terbayang tanpa bayangan…

Review Shampo Kucing Sebazole: Ampuh Hilangkan Jamur Ringworm Dalam Seminggu?

Ringworm bukan cacing, tapi jamur yang bikin bulu kucing rontok dan bikin…