Memilih makanan kucing itu melelahkan. Anda dihadapkan pada ratusan pilihan, klaim bombastis, dan tatapan tidak puas dari si bulu yang notabene pemilih makanan sejati. Saya tahu perasaan itu—rasa ingin memberi yang terbaik tapi khawatir salah pilih. Mari kita bahas Ori Cat secara jujur, tanpa embel-embel marketing, fokus pada tiga hal krusial: komposisi, tekstur, dan efeknya pada pup.
Mengenal Ori Cat: Merek di Balik Kemasan
Ori Cat adalah merek lokal yang sudah cukup lama beredar di Indonesia. Banyak pemilik kucing mengandalkannya karena harganya terjangkau dan ketersediaannya luas. Tapi jangan sampai harga murah membuat kita lengah. Sebagai pengasuh yang bertanggung jawab, kita harus mengerti apa yang sebenarnya masuk ke perut anabul.
Merek ini menawarkan beberapa varian: Adult, Kitten, Hairball Control, dan Seafood. Masing-masing punya formulasi sedikit berbeda, tapi pola dasarnya mirip. Kita akan fokus pada varian Adult sebagai contoh utama, karena paling banyak digunakan.
Komposisi: Mari Kita Bongkar Bersama
Anda pernah baca label kemasan Ori Cat? Jangan hanya lihat gambar ikan dan ayam di depan. Balik kemasan, baca deh tulisan kecilnya. Saya sudah lakukan itu, dan ini temuan saya.
Sumber Protein: Antara Harapan dan Realita
Ori Cat Adult mencantumkan protein kasar minimal 30%. Angka ini cukup untuk kebutuhan dasar kucing dewasa yang tidak terlalu aktif. Tapi perhatikan urutan bahan: poultry meal dan fish meal berada di posisi pertama.
Meal bukan daging segar utuh, melainkan hasil samping pengolahan yang dikeringkan. Ini bukan berarti buruk—proteinnya justru lebih terkonsentrasi. Tapi kualitasnya bergantung pada sumber awalnya. Kita tidak tahu pasti bagian ayam atau ikan apa yang digunakan. Bisa daging, bisa tulang, bisa organ.
Taurin ditambahkan secara terpisah, untungnya. Zat ini wajib ada untuk kesehatan jantung dan mata kucing. Kalau tidak ada, bahaya.
Karbohidrat dan Pengisi: Yang Tidak Diumumkan dengan Keras
Ini bagian yang perlu dicermati. Ori Cat menggunakan corn (jagung) dan wheat (gandum) sebagai pengisi dan sumber energi. Kandungan ini tidak dicantumkan secara spesifik, tapi posisinya di daftar bahan menunjukkan jumlahnya cukup signifikan.
Bukan rahasia bahwa kucing adalah karnivora obligat. Mereka tidak butuh banyak karbohidrat. Terlalu banyak gandum bisa memicu alergi pada kucing sensitif. Kalau si meong serupa garuk-garuk atau cegukan terus, bisa jadi ini penyebabnya.
Lemak dan Serat: Angka yang Perlu Diperhatikan
Lemak kasar minimal 12%—cukup untuk energi dan kulit sehat. Serat kasar maksimal 7%, termasuk cellulose yang membantu pergerakan usus. Untuk varian Hairball, seratnya sedikit lebih tinggi agar membantu mengeluarkan bola bulu.

Tekstur: Apa yang Dirasakan oleh Lidah dan Gigi
Kucing tidak bisa ngomong “ini terlalu keras” atau “aku bosan”. Mereka tunjukkan lewat tingkat konsumsi. Saya perhatikan tekstur Ori Cat cukup khas.
Ukuran dan Bentuk Kibble
Ukurannya kecil, bulat, diameter sekitar 0,5 cm. Pas untuk kucing dewasa mengerjap-ngerjap dengan gigi taring. Tapi untuk anak kucing di bawah 4 bulan, bisa sedikit besar. Mereka butuh kibble yang lebih halus.
Bentuk bulat ini membuat kibble mudah tergulung kalau kucing malas mengunyah. Beberapa kucing cenderung menelan langsung, terutama kalau terlalu lapar. Ini bisa memicu muntah atau masalah pencernaan.
Tingkat Kekerasan dan Palatabilitas
Kibblenya keras tapi tidak sampai seperti batu. Ada crunch yang cukup membersihkan gigi. Namun, untuk kucing senior dengan gigi goyang atau gingivitis, tekstur ini mungkin menyakitkan. Kalau si tua mulai menolak makan, coba rendam dengan air hangat sebentar.
Soal rasa, Ori Cat lumayan palatable untuk mayoritas kucing. Tapi ada sekitar 10-15% kucing yang menolak mentah-mentah. Biasanya kucing yang sudah terbiasa dengan makanan basah atau merek premium dengan kandungan daging lebih tinggi.
Efek pada Pup: Indikator Kesehatan Pencernaan
Ini bagian yang paling dinanti-nanti. Bagaimana tidak? Pup adalah dashboard kesehatan pencernaan kucing. Ori Cat sering dielu-elukan karena efeknya pada feses, tapi sejauh mana benar?
Konsistensi dan Warna
Setelah transisi sempurna (7-10 hari), pup kucing yang makan Ori Cat cenderung lebih padat dan berbentuk. Bukan keras seperti batu, tapi cukup kokoh untuk diangkat tanpa meninggalkan bekas lengket di pasir. Warna normalnya cokelat tua, tapi kalau terlalu gelap sampai hitam, waspadalah—bisa jadi tanda pendarahan di saluran cerna atas.
Konsistensi yang baik ini menandakan tingkat digestibilitas yang cukup tinggi. Kucing menyerap lebih banyak nutrisi, jadi sisa buangannya lebih sedikit.
Volume dan Frekuensi
Banyak pemilik melaporkan volume pup berkurang hingga 20-30% setelah beralih dari merek murahan. Ini karena kandungan pengisi yang lebih sedikit dibandingkan merek super ekonomis. Kucing tidak membuang apa yang tidak bisa dicerna.
Frekuensinya tetap, biasanya 1-2 kali sehari untuk kucing dewasa. Kalau tiba-tiba jadi 4-5 kali dengan volume sedikit, itu tanda diare. Periksa transisi makanannya.
Aroma: Benarkah Lebih Sedikit Bau?
Ini fakta yang paling sering disebutkan. Pup kucing Ori Cat memang lebih sedikit bau amoniak dibandingkan merek bergandum tinggi. Bukan berbau harum, tapi tidak menyengat. Ini berkat kombinasi protein yang lebih terkonsentrasi dan pengolahan yang cukup baik.
Tapi kalau pup tetap sangat busuk meski sudah 3 minggu, ada dua kemungkinan: kucing Anda punya intoleransi terhadap salah satu protein, atau pencernaannya memang sensitif dan butuh makanan hypoallergenic.
Perhatian Penting: Transisi makanan harus dilakukan secara bertahap. Campurkan 25% Ori Cat dengan 75% makanan lama selama 3 hari, naikkan menjadi 50:50, lalu 75:25, sampai akhirnya 100% Ori Cat. Transisi mendadak hampir pasti memicu diare.
Pengalaman Nyata: Kisah dari Lapangan
Sebagai perawat hewan, saya sering dengar cerita langsung. Ini rangkuman nyata dari beberapa pemilik:
- Mbak Rina, Jakarta: Kucing persiannya yang sensitif perut jadi jarang muntah lagi setelah 2 bulan Ori Cat. Pupnya lebih padat dan warna konsisten.
- Pak Budi, Surabaya: Kucing kampungnya yang super pemilih justru menolak Ori Cat. Harus dicampur dengan kaldu ayam dulu. Setelah 3 minggu baru mau makan polos.
- Sis Sari, Bandung: Tiga kucing kandangnya semua pup di kotak pasir tanpa bau menyengat lagi. “Rumahku jadi lebih nyaman,” katanya.
Tapi ada juga kasus di mana kucing mengalami food intolerance. Gejalanya: diare persisten, bulu kasar, atau gatal-gatal. Solusinya: hentikan Ori Cat dan coba eliminasi diet.
Tabel Perbandingan Varian Ori Cat
td>Protein Utama
| Parameter | Adult | Kitten | Hairball |
|---|---|---|---|
| Protein Kasar (Min) | 30% | 32% | 30% |
| Lemak Kasar (Min) | 12% | 14% | 12% |
| Serat Kasar (Maks) | 7% | 5% | 8% |
| Poultry Meal | Poultry Meal | Poultry Meal + Psyllium | |
| Kandungan Jagung | Ya | Ya | Ya |
| Cocok untuk | Kucing dewasa normal | Anak kucing & induk menyusui | Kucing dengan masalah bola bulu |
Kapan Anda Tidak Boleh Memberi Ori Cat?
Tidak ada makanan sempurna untuk semua kucing. Ori Cat bukan pilihan ideal jika:
- Kucing Anda terdiagnosis food allergy terhadap ayam atau ikan. Gejalanya gatal persisten, diare kronis, atau bulu rontok.
- Kucing menderita penyakit ginjal kronis (CKD). Protein 30% mungkin terlalu tinggi untuk stadium lanjut. Butuh diet khusus resep dokter.
- Kucing sudah senior (>10 tahun) dengan gigi buruk. Tekstur keringnya bisa jadi masalah.
- Anda mencari makanan bebas-grain secara ketat. Ori Cat tetap punya jagung dan gandum.

Kesimpulan: Jujur untuk Si Bulu
Ori Cat adalah makanan kucing mid-range yang cukup baik untuk kucing sehat dengan budget terbatas. Komposisinya memenuhi standar dasar AAFCO, teksturnya diterima mayoritas kucing, dan efeknya pada pup cukup menggembirakan—lebih sedikit bau dan volume.
Tapi jangan jadikan ini satu-satunya pilihan seumur hidup. Rotasi makanan setiap 3-4 bulan dengan merek lain (dengan transisi yang benar) bisa mengurangi risiko alergi dan kebosanan. Dan yang paling penting, perhatikan kucing Anda, bukan iklan. Kalau bulunya mengkilat, energinya stabil, dan pupnya normal, berarti cocok. Kalau tidak, jangan ragu cari alternatif.
Menjadi pengasuh berarti mendengarkan tubuh mereka, termasuk apa yang mereka buang. Pup tidak bau itu bukan hanya kenyamanan kita, tapi tanda mereka menyerap gizi dengan baik. Dan itu yang sebenarnya kita semua inginkan: kucing yang sehat dan rumah yang nyaman.




