Kamu baru pulang kerja jam 8 malam, lelah, dan cuma pengen duduk sejenak. Di sisi lain, ada makhluk kecil yang bergantung hidup padamu. Pernah kebayang gimana rasanya? Itulah kenapa memilih reptil untuk gaya hidup sibuk bukan soal lucunya doang, tapi soal realita perawatan yang bisa kamu komit.
Banyak yang bilang reptil itu “hewan hias” yang murah perawatan. Itu mitos. Mereka nggak butuh jalan-jalan pagi, tapi mereka butuh suhu, kelembapan, dan makan tepat waktu. Kalau kamu pekerja 9-to-5 (atau lebih), gecko leopard dan iguana hijau punya cerita perawatan yang beda banget. Mari kita urai jujur-jujurnya.
Gecko Leopard: Teman Malam yang Mandiri
Gecko leopard kayak roommate yang low-maintenance. Mereka nocturnal—aktif malem hari. Jadi saat kamu lagi nonton Netflix atau ngerjain tugas malam, mereka baru bangun dan berburu. Kalau kamu sibuk pagi-siang, timing-nya sempurna.
Perawatan Harian: Cuma 5 Menit
Tiap pagi, cek termometer dan hidrometer. Pastikan suhu warm spot 32-35°C dan cool side 24-26°C. Kelembapan 30-40%. Itu saja. Nggak ada feeding tiap hari. Mereka makan 2-3 kali seminggu aja, cukup. Air minum diganti tiap 2 hari.

Perawatan Mingguan: Deep Clean Mini
Satu kali seminggu, kamu perlu bersihin kotoran dan ganti substrate basah. Total waktu: 15 menit. Feeding bisa dilakukan di sini—kasi 5-7 ekor jangkrik atau mealworm yang sudah di-dust dengan kalsium. Gecko leopard nggak butuh sinar UVB khusus, cukup D3 suplemen. Hemat listrik dan peralatan.
Komitmen Finansial & Ruang
Setup awal: Rp 1,5-2,5 juta untuk tank 60x40x40 cm, heater, dan dekor. Biaya bulanan: Rp 100-200 ribu untuk makanan dan listrik. Umur: 15-20 tahun. Itu komitmen dua dekade, bukan hobi musiman.
Gecko leopard ideal kalau kamu tinggal di apartemen kecil, budget terbatas, dan butuh hewan yang nggak protes ketinggalan feeding sehari.
Iguana Hijau: Dinosaurus Mini yang Butuh Panggung
Iguana hijau itu kebalikannya. Mereka diurnal—aktif siang hari. Saat kamu di kantor, mereka butuh sinar matahari (UVB), makan segar, dan ruang gerak luas. Bayangin punya toddler yang nggak pernah dewasa, tapi makin lama makin besar.
Perawatan Harian: 30-45 Menit
Setiap pagi sebelum kerja, kamu harus: (1) nyalakan lampu UVB dan basking (2-3 jam sebelum iguana bangun), (2) siapkan sayuran segar—campuran kale, collard greens, papaya, dan supplement kalsium, (3) semprot kelembapan hingga 70-80%, (4) cek suhu basking spot 35-40°C. Pulang kerja? Ulangi semprotan, ganti air, dan bersihin sisa makanan yang busuk.
- Feeding: Tiap hari. Nggak bisa skip.
- Cleaning: Sisa sayur busuk dalam 4 jam. Bau dan jamur menunggu.
- Interaksi: Butuh handling rutin supaya jinak. Kalau dibiarkan, jadi agresif.
Ruang Hidup: Bukan Sekadar Kandang
Iguana hijau tumbuh 1,5-2 meter dalam 3 tahun pertama. Tank 60 cm cuma cukup untuk bayi. Dewasa butuh kandang kustom minimal 180x90x180 cm—seukuran lemari pakaian. Banyak yang akhirnya ngasih ruangan khusus. Di apartemen studio? Mustahil.

Komitmen Finansial & Kesehatan
Setup awal: Rp 5-10 juta (kandang besar, lampu UVB berkualitas tinggi, heater, humidifier). Biaya bulanan: Rp 300-500 ribu untuk sayur dan listrik. Umur: 15-20 tahun, tapi rawat sakit—metabolic bone disease kalau UVB atau kalsium kurang. Vet reptil langka dan mahal.
Perbandingan Nyata: Data di Meja
| Aspek | Gecko Leopard | Iguana Hijau |
|---|---|---|
| Waktu Harian | 5 menit | 30-45 menit |
| Frekuensi Makan | 2-3x/minggu | Tiap hari |
| Ukuran Kandang Dewasa | 60x40x40 cm | 180x90x180 cm |
| Biaya Setup | Rp 1,5-2,5 juta | Rp 5-10 juta |
| Biaya Bulanan | Rp 100-200 ribu | Rp 300-500 ribu |
| Interaksi | Low, nocturnal | High, butuh handling |
| Risiko Kesehatan | Rendah | Tinggi (MBD) |
| Cocok untuk Apartemen | Ya | Tidak |
Pertimbangan Kunci yang Sering Terlewat
1. Liburan dan Dinas Luar Kota
Gecko leopard bisa ditinggal 3-4 hari tanpa feeding (asal air ada). Iguana? Kamu butuh pet sitter yang paham reptil—nggak bisa asal tetangga. Biaya tambahan.
2. Kelistrikan & Emergency
Mati lampu heater gecko? Masih survive 24 jam. Mati lampu UVB iguana? Efek kumulatif dalam seminggu bisa fatal. Kamu butuh generator atau UPS.
3. Emosional & Ekspektasi
Gecko leopard nggak akan “mengenal” kamu. Mereka liar yang toleran. Iguana bisa jinak dan nempel, tapi butuh waktu, kesabaran, dan risiko gigitan. Gigitan iguana dewasa butuh jahitan.
Kalau kamu cari “hewan peliharaan yang murah dan nggak usah diurus”, jawabannya adalah: tidak ada. Reptil hanya punya jenis perawatan berbeda, bukan perawatan nol.
Keputusan Akhir: Siapa Kamu Sebenarnya?
Pilih gecko leopard kalau: kamu pekerja shift malam, tinggal sendiri di tempat kecil, budget terbatas, dan prefer observasi ketimbang interaksi fisik. Mereka adalah pemandu malam yang tenang.
Pilih iguana hijau kalau: kamu punya ruang luas, budget besar, bisa kasih waktu konsisten setiap hari, dan siap komit 20 tahun. Mereka adalah proyek hidup, bukan hobi.
Jangan pilih iguana karena “keren di Instagram”. 90% iguana hijau dijual saat bayi, dan 70% diberikan atau mati muda karena owner nggak siap. Data dari herpetologi komunitas Indonesia.
Catatan Penting Sebelum Beli
1. Cari breeder lokal, bukan pet shop massal. Kesehatan hewan lebih terjamin. Tanyakan riwayat makan dan vet.
2. Siapkan kandang 2 minggu sebelum hewan datang. Pastikan siklus suhu dan kelembapan stabil. Jangan beli hewan dulu.
3. Cari exotic vet terdekat. Daftar di Indonesian Herpetological Society. Nggak semua vet bisa tangani reptil.
4. Baca buku, bukan cuma TikTok. “The Leopard Gecko Manual” atau “Iguanas for Dummies” adalah investasi.
5. Pikirkan rencana 5 tahun ke depan. Pindah kota? Nikah? Anak? Reptil ikut? Kalau ada kemungkinan nggak bisa bawa, jangan mulai.
Memelihara reptil itu seperti menandatangang kontrak diam-diam. Mereka nggak akan minta perhatian, tapi mereka 100% bergantung pada ketelitianmu. Kalau kamu sibuk tapi telaten, gecko leopard adalah sahabatmu. Kalau kamu sibuk dan impulsif, beli tanaman hias saja. Lebih aman.




