Anda mungkin pernah melihat video sugar glider yang meluncur dari rak bahu pemiliknya sambil tersenyum—lucu sekali, bukan? Tapi di balik poni menggemaskan itu ada realita yang jarang dibicarakan secara gamblang. Saya ingin Anda tahu: memelihara sugar glider bukan sekadar punya hewan eksotis yang imut. Ini soal komitmen penuh dengan segala konsekuensinya, termasuk bau, suara, dan tentu saja, dompet yang harus siap menipis setiap bulan.
Mari kita bicara jujur. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya keputusan Anda kelak adalah pilihan yang benar-benar Anda pahami. Karena sugar glider yang terlantar karena pemilik tak siap? Itu justru yang paling menyedihkan.
Bau: Mit vs Fakta yang “Menguar”

Banyak sumber bilang sugar glider “tidak berbau” kalau dirawat benar. Nah, ini half-truth yang perlu kita luruskan. Satwa ini punya kelenjar feromon kuat terutama pada jantan dewasa. Bau mereka bukan amis busuk, tapi lebih seperti musky—tajam, menyengat, dan akan menguar di ruangan tertutup.
Penyebab utama bau:
- Urine dan kotoran. Mereka bukan hewan yang bisa dilatih pakai litter box. Buang hajat seenaknya di kandang, terutama di tempat tidur.
- Kelenjar feromon. Jantan menggunakan bau untuk menandai teritori dan pasangannya. Semakin dewasa, semakin kuat.
- Diet tidak seimbang. Terlalu banyak protein atau buah manis bikin tinja lebih bau dan encer.
Solusi? Pembersihan kandang minimal 2-3 kali seminggu. Bukan sekadar ganti alas, tapi cuci semua spon, hammock, dan sudut-sudut yang jadi favorit mereka pipis. Saya sendiri pakai deterjen bayi tanpa wewangian, lalu bilas dengan cuka putih untuk netralkan amonia. Ventilasi ruangan juga krusial. Kamar dengan AC 24 jam tanpa jendela bukan ide bagus.
Bau Jantan vs Betina
Betina umumnya lebih “wangi” tapi tidak berarti bebas bau. Ketika birahi atau stress, mereka juga mengeluarkan feromon. Kalau Anda steril jantan, bau bisa berkurang 40-60% menurut pengalaman banyak breeder. Tapi biaya operasi steril di Indonesia bisa Rp 800.000–1.500.000. Pertimbangkan itu.
Berisik: Taman Kanak-Kanak Mini yang Aktif Malam Hari

Ini yang paling banyak mengejutkan pemilik baru. Sugar glider adalah hewan nokturnal. Jam 7 malam sampai subuh adalah “prime time” mereka. Dan mereka tidak diam. Sama sekali.
Katalog suara yang akan jadi soundtrack tidur Anda:
- Crabbing. Suara mendengkur kasar seperti mesin jahit tua. Artinya takut atau marah. Biasa terdengar saat baru diadopsi atau ada gangguan.
- Barking. Iya, mereka menggonggong. Mirip anjing kecil. Bisa sekali, bisa berulang kali tanpa alasan jelas. Pagi buta pukul 3 adalah waktu favorit.
- Suara jatuh dan benturan. Mereka suka terbang-terbang di kandang. Tabrak hammock, jatuh dari platform, lalu ulangi. Crash!
- Suara makan. Ngemil HPW (High Protein Wombaroo) atau buah keras-keras seperti sedang makan bakso panas.
Intensitas kebisingan: Kandang di kamar Anda? Lupakan tidur nyenyak 8 jam. Kandang di ruang tamu? Anda dan keluarga harus siap jadi penonton pertunjukan malam. Saya sarankan letakkan kandang di ruang terpisah dengan ventilasi baik, jauh dari kamar tidur. Jangan paksa mereka di kamar gelap sepanjang hari—itu stress dan bikin mereka lebih berisik.
Apakah Bisa Dijinakkan?
Sedikit. Seiring waktu, barking berkurang karena mereka merasa aman. Tapi suara dasar—termasuk aktivitas malam—tidak akan hilang. Ini DNA mereka. Kalau Anda butuh hening total untuk tidur, sugar glider bukan pilihan tepat.
Biaya Makan Per Bulan: Lebih dari Sekadar Buah
Ini bagian yang paling sering diremehkan. “Kan makan buah, murah dong.” Salah besar. Diet sugar glider harus seimbang. Kalau tidak, malah sakit dan biaya vet membengkak.
Dasar diet yang benar (BHP atau HPW):
- HPW powder. Rp 150.000–200.000 per 100 gram. Cukup untuk sebulan 2 ekor.
- Madu murni. Rp 50.000–80.000 per 250 ml (bukan madu kemasan anak-anak).
- Buah segar. Apel, pear, papaya, melon. Rp 30.000–50.000 per minggu.
- Sayuran. Wortel, bayam, kangkung, tomat. Rp 20.000–30.000 per minggu.
- Protein tambahan. Telur rebus, ulat, kroto. Rp 30.000–50.000 per minggu.
- Suplemen kalsium. Repashy Calcium Plus, Rp 100.000 per toples kecil (tahan 2 bulan).
- Pellet penguat. Opsional, Rp 60.000 per 250 gram.
Perhitungan Realistis untuk 2 Ekor Sugar Glider
| Item | Biaya per Bulan | Keterangan |
|---|---|---|
| HPW Powder + Madu | Rp 200.000 | Campuran jadi 1 batch |
| Buah & Sayur | Rp 200.000 | Variasi harian |
| Protein (telur/ulat) | Rp 120.000 | 3-4 kali seminggu |
| Suplemen Kalsium | Rp 50.000 | Amortisasi per bulan |
| Total | Rp 570.000 | Per 2 ekor |
Itu belum termasuk biaya listrik kipas angin mini (kandang harus ventilasi, AC terus mahal), penggantian hammock yang sobek (Rp 50.000–100.000 per bulan), dan vet check-up tahunan (Rp 300.000–500.000). Jadi realistisnya, siapkan budget Rp 700.000–800.000 per bulan untuk 2 ekor sugar glider hidup sehat.
Ingat: Sugar glider adalah hewan sosial. Memelihara 1 ekor saja itu kejam. Minimal 2 ekor. Jadi biaya di atas adalah standar minimal, bukan opsional.
Biaya Awal yang Sering Terlupakan
Sebelum mikir biaya bulanan, lihat dulu modal awal:
- Kandang besar (minimal 80x50x120 cm). Rp 1.500.000–3.000.000. Kecil = stress = sakit.
- Wheel berkualitas. Rp 300.000–600.000. Yang murah berbahaya, bisa cedera ekor.
- Perlengkapan dasar. Hammock, tempat makan, botol minum, ranting: Rp 300.000–500.000.
- Adopsi sugar glider. Rp 800.000–2.000.000 per ekor (jenis & breeder).
Total awal bisa Rp 4.000.000–8.000.000. Ini bukan hewan murah. Kalau ada yang jual “paket lengkap” di bawah itu, curiga. Kesejahteraan hewan biasanya dikorbankan.
Komitmen Jangka Panjang: 12-15 Tahun
Sugar glider hidup lebih dari satu dekade. Ini bukan hewan coba-coba. Anda harus mikir:
- Apakah saya akan pindah kota/k negara? Transportasi dan izinnya rumit.
- Apakah pasangan/keluarga setuju dengan bau dan suara?
- Apakah saya punya tabungan darurat vet? Operasi bisa capai jutaan.
- Apakah saya siap bangun tengah malam kalau ada yang sakit?
Mereka juga butuh bonding time minimal 2 jam setiap malam. Bukan sekadar kasih makan, tapi main, ajak jalan di tubuh Anda, biarkan mereka merasa aman. Kalau Anda super sibuk, sugar glider akan depresi. Dan hewan depresi itu ributnya lebih parah, bahkan bisa melukai diri sendiri.
Kesimpulan: Untuk Siapa Sugar Glider Itu?
Setelah semua ini, Anda mungkin berpikir ulang. Itu bagus. Artikel ini memang tujuan utamanya bukan menjual, tapi memfilter.
Sugar glider cocok untuk Anda jika:
- Punya ruang khusus, bukan kamar tidur utama.
- Tidak sensitif suara saat tidur atau punya solusi isolasi suara.
- Budget stabil Rp 700.000+/bulan dan modal awal besar.
- Siap komitmen 12-15 tahun dan bonding tiap malam.
- Sudah riset diet BHP/HPW, bukan asal kasih buah saja.
Jika tidak? Jangan sedih. Lebih baik nikmati sugar glider di tempat peliharaan profesional atau konten video saja. Memilih tidak memelihara karena belum siap itu tanda tanggung jawab tertinggi, bukan kegagalan.
Bagaimana kalau Anda sudah punya dan kewalahan? Cari komunitas lokal. Banyak pemilik berpengalaman yang mau bantu. Jangan buang mereka. Sugar glider yang sudah bonding itu trauma kalau ditinggal. Anda adalah seluruh dunianya.
Semoga dengan informasi ini, Anda bisa melihat sugar glider bukan sebagai produk, tapi sebagai makhluk hidup yang butuh Anda sepenuh hati. Karena pada akhirnya, kejujuran adalah bentuk kasih sayang terbaik—baik untuk hewan maupun untuk diri Anda sendiri.




