Melihat anjing kesayangan menggaruk-garuk tubuhnya sampai kulit merah, atau rontok bulu dalam jumlah banyak, itu menyayat hati. Kamu sudah mencoba macam-macam shampoo, obat oles, tapi gatalnya kambuh lagi. Mungkin, justru makanannya yang jadi pemicu. Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak anjing mengalami alergi makanan, dan solusinya bisa dimulai dari mangkuk makannya sendiri.
Mengapa Anjing Jadi Gatal dan Rontok?
Sebelum kita bahan makanan, penting untuk paham dulu. Gatal dan rontok nggak selalu karena kutu atau jamur. Alergi makanan biasanya muncul setelah bertahun-tahun konsumsi protein yang sama—ayam, sapi, atau gandum. Sistem kekebalan tubuhnya jadi “overload” dan bereaksi berlebihan.
Gejalanya nggak cuma gatal. Kamu mungkin melihat:
- Gatal berlebihan, terutama di kaki, perut, dan sekitar telinga
- Rontok bulu patchy (tidak merata)
- Kulit merah, inflamasi, atau infeksi berulang
- Masalah pencernaan seperti diare atau gas berlebihan
- Infeksi telinga yang sering kambuh

Kalau ini terdengar familiar, mungkin saatnya pertimbangkan diet eliminasi dengan makanan hypoallergenic.
Apa Itu Makanan Hypoallergenic?
Makanan hypoallergenic dirancang untuk meminimalkan reaksi alergi. Bukan berarti “bebas alergen 100%”, tapi mengandung protein yang tidak biasa atau sudah dihidrolisis (terpecah menjadi molekul kecil sehingga sistem imun nggak mengenalinya).
Ada dua jenis utama:
- Novel Protein: Menggunakan protein langka seperti kalkun, bebek, rusa, atau kalkun yang jarang ditemui di makanan biasa
- Hydrolyzed Protein: Protein dipecah jadi molekul sangat kecil, praktis “invisible” bagi sistem imun
5 Rekomendasi Dog Food Hypoallergenic Terbaik
Setelah riset dan konsultasi dengan beberapa dokter hewan, ini dia pilihan yang paling sering direkomendasikan dan terbukti ampuh. Catatan: Harga bisa berubah, dan ketersediaan bervariasi di Indonesia.
1. Royal Canin Hypoallergenic (Hydrolyzed Protein)
Produk ini jadi andalan di banyak klinik hewan. Proteinnya dihidrolisis sangat halus, tingkat keberhasilan tinggi untuk kasus alergi berat.
Keunggulan: Efektivitasnya teruji klinis, mengandung EPA/DHA untuk kulit, dan prebiotik untuk pencernaan. Dokter hewan serius biasanya rekomendasikan ini dulu.
Catatan: Harga premium, per 2kg sekitar Rp 400.000-500.000. Butuh resep dokter hewan untuk versi terapeutiknya. Cocok untuk kasus sudah parah.
2. Hill’s Prescription Diet z/d (Hydrolyzed Protein)
Kompetitor langsung Royal Canin. Hill’s z/d juga pakai protein hidrolisat, tapi dengan sumber karbohidrat terbatas (jagung).
Keunggulan: Tekstur kibbles-nya lembut, banyak disukai anjing pemilih. Dibuktikan mengurangi tanda-tanda alergi kulit dalam 3-8 minggu konsistensi.
Catatan: Harga sekitar Rp 350.000-450.000 per 2kg. Perlu resep. Beberapa anjing mungkin kurang suka aromanya.
3. Taste of the Wild PREY (Limited Ingredient – Turkey)
Kalau kamu cari opsi tanpa resep, PREY line dari Taste of the Wild pakai konsep limited ingredient—hanya 4-5 bahan utama.
Keunggulan: Protein kalkun sebagai sumber utama, tanpa grain, tanpa kacang-kacangan. Lebih terjangkau, sekitar Rp 250.000-300.000 per 2kg. Bisa didapat di pet shop besar.
Catatan: Meski hypoallergenic, efektivitasnya mungkin kurang untuk kasus ekstrem yang butuh protein hidrolisat.
4. Acana Singles (Limited Ingredient – Duck & Pear)
Acana Singles fokus pada satu protein hewani dan satu karbohidrat. Duck & Pear jadi favorit untuk anjing alergi ayam.
Keunggulan: Bahan segar 50% dari daging bebek, tanpa grain, tanpa gluten. Kualitas bahan premium tapi harga masih rasional, sekitar Rp 300.000-350.000 per 2kg.
Catatan: Transisi perlu lambat karena proteinnya tinggi (31%). Nggak untuk anjing dengan masalah ginjal.
5. Orijen Six Fish (Novel Protein)
Bukan limited ingredient, tapi Orijen Six Fish pakai protein ikan yang jarang jadi alergen utama. Cocok untuk anjing yang sudah bosan dengan daging darat.
Keunggulan: 85% bahan dari hewan, kaya omega-3 untuk kulit sehat. Banyak pemilik lapor bulu jadi lebih mengkilat meski bukan masalah utama.
Catatan: Harga tinggi, sekitar Rp 450.000-550.000 per 2kg. Aroma ikan sangat kuat, dan protein super tinggi (38%).
Perbandingan Spesifikasi Cepat
| Merk | Jenis Protein | Protein % | Grain-Free? | Butuh Resep | Harga/2kg |
|---|---|---|---|---|---|
| Royal Canin Hypoallergenic | Hidrolisat | 23% | Ya | Ya | Rp 450.000 |
| Hill’s z/d | Hidrolisat | 19% | Tidak | Ya | Rp 400.000 |
| Taste of the Wild PREY | Kalkun | 27% | Ya | Tidak | Rp 275.000 |
| Acana Singles | Bebek | 31% | Ya | Tidak | Rp 325.000 |
| Orijen Six Fish | Ikan | 38% | Ya | Tidak | Rp 500.000 |
Cara Transisi yang Aman
Jangan ganti makanan secara tiba-tiba. Pencernaan anjing butuh waktu adaptasi. Kalau salah, diare yang muncul bukan karena alergi, tapi shock pencernaan.
Ikuti jadwal 7-10 hari:
- Hari 1-3: 75% makanan lama, 25% makanan baru
- Hari 4-6: 50% makanan lama, 50% makanan baru
- Hari 7-9: 25% makanan lama, 75% makanan baru
- Hari 10: 100% makanan baru
Catat setiap perubahan—frekuensi garuk, kondisi kulit, konsistensi pup. Kalau dalam 8 minggu nggak ada perbaikan, mungkin bukan alergi makanan.
Peringatan Penting yang Wajib Diketahui

Makanan hypoallergenic bukan obat ajaib. Butuh minimal 6-8 minggu untuk melihat hasil signifikan. Dan kamu harus konsisten—nggak boleh kasih snack atau makanan meja selama trial period.
Konsultasi dokter hewan adalah wajib. Mereka bisa bantu diferensiasi apakah gatalnya dari makanan, lingkungan, atau parasit. Kadang butuh tes kulit atau darah.
Jangan tergiur label “hypoallergenic” di produk murah tanpa research. Banyak sekadar marketing. Cek bahan dasarnya. Kalau tetap pakai ayam sebagai protein utama, itu bukan hypoallergenic.
Komitmen Jangka Panjang
Memilih makanan hypoallergenic adalah awal dari perjalanan panjang, bukan akhir. Anjing yang alergi butuh manajemen seumur hidup. Mungkin nggak bisa lagi makan makanan biasa.
Tapi bayangkan melihatnya bisa tidur nyenyak tanpa menggaruk, bulunya tumbuh tebal lagi, dan matanya berbinar karena nggak lagi merasa tidak nyaman. Itu investasi yang worth it.
Kamu nggak cuma membeli makanan mahal. Kamu beli kenyamanan, kesehatan, dan kualitas hidup sahabat berbulu yang tulus mencintaimu. Itu tanggung jawab yang kita pilih saat memutuskan jadi orang tua hewan.




